Rabu, 21 Oktober 2009

Menjawab keraguan seputar jilbab

0

Segala puji bagi Allah, Dzat yang menciptakan kita dari setitik air yang hina, yang maha pengasih lagi maha penyayang yang menguasai Hari pembalasan dan hakim yang seadil-adilnya. Salawat berserta salam kami curahkan untuk Rasul dan penutup para Nabi, Nabi Muhammad salallahualaihiwassalam, keluarganya, para sahabatnya dan para umatnya yang mengikuti ajarannya sampai hari ahkir nanti.

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. (Al-Ashr : 1-3)

Berbicara tentang fitnah yang dihembuskan oleh kaum liberalisme, orientalis, nashara, dan saudara/saudari kita yang terjebak dalam pemahaman sempit, yang mengatas namakan kaum-kaum berfikir (JIL, semoga Allah membalikan hati mereka dan kembali kepada Ajaran Islam yang benar)
Mereka dengan terang-terangan menerbarkan fitnah bahwa
1.Islam mengadopsi jilbab dari budaya Bangsa Arab, dan jilbab adalah budaya arab oleh karena itu kita tidak wajib berjilbab, karena kita bukan orang arab (sesunggunya pemikiran mereka tidak berdasar dan sempit),
2.Mengatakan jilbab hanya wajib untuk istri-istri rasulullah (lagi-lagi mereka mendustakan apa yang dibawakan rasulullah).

Mereka dengan gencar menghembuskan isu-isu tidak benar ini melalui berbagai media masa, internet, buku-buku karangan mereka dan bahkan melalui dakwah mereka yang menyimpang. Kenapa saya mengatakan mereka menyimpang, sesungguhnya mereka mendustakan apa yang dibawakan oleh Rasulullah.

Jawaban keraguan

1. Jilbab adalah budaya Arab

Dari sini paling tidak ada dua hal yang perlu dijawab. Pertama, benarkah
jilbab adalah tradisi berpakaian wanita arab pada awal pertumbuhan Islam?
Kedua, benarkah jilbab hanya khusus untuk wanita arab dan tak wajib bagi
muslimah non arab untuk mengenakannya?

Imam Hakim meriwayatkan sebuah hadis yang menggambarkan saat-saat setelah
turunnya ayat perintah menutup aurat, yaitu Surat Annur ayat 31:
(dan hendaklah mereka menutupkan khumur- jilbab- nya ke dada mereka.).
Riwayat lain menerangkan: "Wanita-wanita (ketika turun ayat tersebut) segera
mengambil kain sarung mereka, kemudian merobek sisinya dan memakainya
sebagai jilbab." (HR. Hakim).

Imam Bukhari juga meriwayatkan hal senada:
"Bahwasannya 'Aisyah RA. Berkata: "Ketika turun ayat 31 surat Annur (dan
hendaklah mereka menutupkan "khumur" -jilbab- nya ke dada mereka.) maka para
wanita segera mengambil kain sarung, kemudian merobek sisinya dan memakainya
sebagai jilbab." (HR. Bukhari).

Kedua hadis ini menunjukkan kepada kita bahwa pada saat turunnya ayat
tersebut para shohabiyyah (wanita dari kalangan sahabat) sedang tidak
mengenakan "khumur" (jilbab) dan memang mereka belum biasa mengenakannya.
Buktinya, saat itu mereka harus merobek kain sarung mereka untuk
dialih-fungsikan menjadi jilbab. Jika mereka sudah biasa memakainya tentunya
jilbab itu telah tersedia dan tak perlu lagi untuk menyulap kain sarung
mereka menjadi jilbab "darurat." Dari sini jelaslah bahwa jilbab bukanlah
merupakan budaya dan tradisi wanita arab pada awal pertumbuhan Islam, tetapi
suatu hal yang disyariatkan oleh Islam dan dilaksanakan oleh seluruh
shohabiyyah. Hingga akhirnya pakaian tersebut mentradisi dan menjadi budaya
Islam. Dengan ini, berarti pertanyaan pertama telah terjawab.

Sedang pertanyaan kedua, yakni apakah jilbab hanya untuk orang arab saja,
maka ini terjawab dengan keuniversalan Islam. Islam adalah agama yang
diperuntukkan bagi seluruh manusia, melampaui batas waktu dan geografi.
Allah berfirman:
"Dan Kami tidak mengutus kamu melainkan kepada manusia seluruhnya, sebagai
pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan
manusia tidak mengetahui." (Qs. Saba':28). Karena jilbab (busana penutup
aurat) adalah bagian dari syariat Islam maka ia juga diperuntukkan bagi
seluruh wanita muslimah di manapun ia berada hingga hari kiamat kelak.


2. Jilbab hanya wajib bagi istri-istri Rasulullah
Orang yang mengatakan bahwa jilbab (dikenal juga dengan sebutan hijab)
hanyalah wajib bagi istri-istri Rasulullah berdalil dengan ayat 33 surat
Al-Ahzab. Sebab konteks ayat tersebut ditujukan kepada mereka. Karenanya
larangan untuk tabarruj dan kewajiban mengenakan jilbab hanyalah wajib bagi
mereka saja.

Pernyataan ini terjawab dengan dua hal:


a. Para ahli tafsir memberikan komentar atas ayat tersebut bahwa
meninggalkan tabarruj juga diperintahkan kepada seluruh wanita mukminah.Imam Ibnu Katsir berkomentar: "Ini adalah
hal-hal yang diperintahkan Allah kepada istri-istri Nabi, dan seluruh wanita
mukminah dalam hal ini harus mengikuti mereka." (lihat, Tafsir Ibnu Katsir).


b. Sebutlah misalnya bahwa, benar ayat surat Al-Ahzab: 33 tersebut
khusus untuk istri-istri Rasulullah, namun ada ayat lain yang dengan jelas
mengatakan bahwa kewajiban berjilbab itu diperuntukkan bagi seluruh wanita
mukminah. Yaitu Firman Allah:
"Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: "Hendaklah mereka
menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka
menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan
hendaklah mereka menutupkkan khumur (Ind: jilbab) nya ke dadanya."
(Qs.Annur: 31 - lihat tulisan sebelumnya)

3. Jilbab adalah sekedar simbol
Sementara itu ada yang mengatakan bahwa jilbab hanyalah sebuah simbol.
Sedang yang penting bagi seorang muslim adalah baiknya budi pekerti dan
bersihnya hati. Dari pada berjilbab tapi kelakuannya berantakan, bukankah
lebih baik tidak berjilbab tapi bertingkah laku baik.

Kata-kata ini sebetulnya terlihat baik, akan tetapi sebenanya jika kita telaah lebih dalam makna dari kata-kata ini rancu. Baik menurut siapa???baik menurut Allah atau baik menurut perasaan kita????sedangkan jilbab hukumnya wajib yang artinya dikerjakan mendapat pahala ditinggalkan akan mendapat dosa, artinya selama wanita baligh (dewasa) tidak menggunakan jilbab maka selama itu pula Ia menanggung dosa (karena tidak berjilbab).

Karenanya, menanggapi komentar di atas seharusnya seorang muslim berkata:
"Lebih baik berjilbab dan mempunyai akhlak yang baik dari pada berperilaku
baik tapi tidak berjilbab." Atau: "Sayang sekali, perilakunya baik tapi kok
tidak berjilbab."



Semua yang benar itu datangnya dari Allah yang maha mengetahui kebenaran dan yang salah datangnya dari diri saya pribadi yang penuh kelalaian dan dosa. Sekiranya tulisan saya bermanfaat, ambillah manfaatnya sedangkan jika tidak bermanfaat (karena tidak sesuai dengan Al-quran dan hadist) tinggalkanlah


SAKARATUL MAUT

0

“Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri”. (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan).

-Datangnya Kematian Menurut Al Qur’an :

1. Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun kita berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian.
Katakanlah: “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (QS Ali Imran, 3:154)... Read more

2. Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini.
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun? (QS An-Nisa 4:7 8)

3. Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar.
Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS al-Jumu’ah, 62: 8)

4. Kematian datang secara tiba-tiba.
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS, Luqman 31:34)

5. Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau dipercepat
Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS, Al-Munafiqun, 63:11)

-Dahsyatnya Rasa Sakit Saat Sakaratul Maut

Sabda Rasulullah SAW : “Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang” (HR Tirmidzi)

Sabda Rasulullah SAW : “Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?” (HR Bukhari)

-Atsar (pendapat) ulama' dan para sahabat Rasulullah SAW .

Ka’b al-Ahbar berpendapat : “Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa”.

Imam Ghozali juga mengutip suatu riwayat ketika sekelompok Bani Israil yang sedang melewati sebuah pekuburan berdoa pada Allah SWT agar Ia menghidupkan satu mayat dari pekuburan itu sehingga mereka bisa mengetahui gambaran sakaratul maut. Dengan izin Allah melalui suatu cara tiba-tiba mereka dihadapkan pada seorang pria yang muncul dari salah satu kuburan. “Wahai manusia !”, kata pria tersebut. “Apa yang kalian kehendaki dariku? Limapuluh tahun yang lalu aku mengalami kematian, namun hingga kini rasa perih bekas sakaratul maut itu belum juga hilang dariku.”

Rasa sakit sakaratul maut dialami setiap manusia, dengan berbagai macam tingkat rasa sakit, ini tidak terkait dengan tingkat keimanan atau kezhaliman seseorang selama ia hidup. Sebuah riwayat bahkan mengatakan bahwa rasa sakit sakaratul maut merupakan suatu proses pengurangan kadar siksaan akhirat kita kelak. Demikianlah rencana Allah. Wallahu a’lam bish shawab.


Selasa, 13 Oktober 2009

TAk Cukup Hanya Cinta...♥♥

0

“Sendirian aja dhek Lia? Masnya mana?”, sebuah pertanyaan tiba-tiba mengejutkan aku yang sedang mencari-cari sandal sepulang kajian tafsir Qur’an di Mesjid komplek perumahanku sore ini. Rupanya Mbak Artha tetangga satu blok yang tinggal tidak jauh dari rumahku. Dia rajin datang ke majelis taklim di komplek ini bahkan beliaulah orang pertama yang aku kenal disini, Mbak Artha juga yang memperkenalkanku dengan majelis taklim khusus Ibu-ibu dikomplek ini. Hanya saja kesibukan kami masing-masing membuat kami jarang bertemu, hanya seminggu sekali saat ngaji seperti ini atau saat ada acara-acara di mesjid. Mungkin karena sama-sama perantau asal Jawa, kami jadi lebih cepat akrab.

“Kebetulan Mas Adi sedang dinas keluar kota mbak, Jadi Saya pergi sendiri”, jawabku sambil memakai sandal yang baru saja kutemukan diantara tumpukan sandal-sendal yang lain. “Seneng ya dhek bisa datang ke pengajian bareng suami, kadang mbak kepingin banget ditemenin Mas Bimo menghadiri majelis-majelis taklim”, raut muka Mbak Artha tampak sedikit berubah seperti orang yang kecewa. Dia mulai bersemangat bercerita, mungkin lebih tepatnya mengeluarkan uneg-uneg. Sebenarnya aku sedikit risih juga karena semua yang Mbak Artha ceritakan menyangkut kehidupan rumahtangganya bersama Mas Bimo. Tapi ndak papa aku dengerin aja, masak orang mau curhat kok dilarang, semoga saja aku bisa memetik pelajaran dari apa yang dituturkan Mbak Artha padaku. Aku dan Mas Adi kan menikah belum genap setahun, baru 10 bulan, jadi harus banyak belajar dari pengalaman pasangan lain yang sudah mengecap asam manis pernikahan termasuk Mbak Artha yang katanya sudah menikah dengan Mas Bimo hampir 6 tahun lamanya.

“Dhek Lia, ndak buru-buru kan? Ndak keberatan kalo kita ngobrol-ngobrol dulu”, tiba-tiba mbak Artha mengagetkanku. ” Nggak papa mbak, kebetulan saya juga lagi free nih, lagian kan kita dah lama nggak ngobrol-ngobrol”, jawabku sambil menuju salah satu bangku di halaman TPA yang masih satu komplek dengan Mesjid.

Dengan suara yang pelan namun tegas mbak Artha mulai bercerita. Tentang kehidupan rumah tangganya yang dilalui hampir 6 tahun bersama Mas Bimo yang smakin lama makin hambar dan kehilangan arah.

“Aku dan mas Bimo kenal sejak kuliah bahkan menjalani proses pacaran selama hampir 3 tahun sebelum memutuskan untuk menikah. Kami sama-sama berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja dalam hal agama”, mbak Artha mulai bertutur. “Bahkan, boleh dibilang sangat longgar. Kami pun juga tidak termasuk mahasiswa yang agamis. Bahasa kerennya, kami adalah mahasiswa gaul, tapi cukup berprestasi. Walaupun demikian kami berusaha sebisa mungkin tidak meninggalkan sholat. Intinya ibadah-ibadah yang wajib pasti kami jalankan, ya mungkin sekedar gugur kewajiban saja. Mas Bimo orang yang sabar, pengertian, bisa ngemong dan yang penting dia begitu mencintaiku, Proses pacaran yang kami jalani mulai tidak sehat, banyak bisikan-bisikan syetan yang mengarah ke perbuatan zina. Nggak ada pilihan lain, aku dan mas Bimo harus segera menikah karena dorongan syahwat itu begitu besar. Berdasar inilah akhirnya aku menerima ajakan mas Bimo untuk menikah”.

“Mbak nggak minta petunjuk Alloh melalui shalat istikharah?”, tanyaku penasaran. “Itulah dhek, mungkin aku ini hamba yang sombong,untuk urusan besar seperti nikah ini aku sama sekali tidak melibatkan Alloh. Jadi kalo emang akhirnya menjadi seperti ini itu semua memang akibat perbuatanku sendiri”

“Pentingnya ilmu tentang pernikahan dan tujuan menikah menggapai sakinah dan mawaddah baru aku sadari setelah rajin mengikuti kajian-kajian guna meng upgrade diri. Sejujurnya aku akui, sama sekali tidak ada kreteria agama saat memilih mas Bimo dulu. Yang penting mas Bimo orang yang baik, udah mapan, sabar dan sangat mencintaiku. Soal agama, yang penting menjalankan sholat dan puasa itu sudah cukup. Toh nanti bisa dipelajari bersama-sama itu pikirku dulu. Lagian aku kan juga bukan akhwat dhek, aku Cuma wanita biasa, mana mungkin pasang target untuk mendapatkan ikhwan atau laki-laki yang pemahaman agamanya baik”, papar mbak Artha sambil tersenyum getir.


Tentang Aku dan Kamu

0

Langkahku terhenti saat hati mulai mencair karena rindu…
Tataplah mentari, karena hari ini semuanya harus kita akhiri
Genggamlah jariku, karena mungkin kita tak mungkin kembali ke masa-masa ini…
Peluk tubuhku ini, karena sungguh… aku ingin..

Pertama ku sentuh warnamu, saat hati ini gersang, penuh dengan debu….
Sperti Oase yg bangkitkan hasrat untuk berbagi angan.. kamu hadir bawakan aku Cinta..
Kamu buat aku tertunduk, merenung, dan menatap jauh ke dalam mata indahmu
Sungguh.., aku telah tenggelam dan hanyut dalam lautan cinta terlarang ini..

Saat kututup mataku, terbersit keinginan untuk bawa kamu jauh kedalam kehidupanku
Saat kuyakinkan hati ini bahwa kamu mampu bertahan dengan semua keadaanku saat ini
Selalu ada sesuatu yang memaksa aku berfikir kembali untuk melangkah lebih jauh
Sampai di Titik ini, aku harus menjawab… mengapa hatiku sering bimbang

Jujur…. dari dalam lubuk hatiku yang paling dalam.. aku katakan…
Aku sayang kamu…… Aku cinta Kamu… Aku akan selalu rindu padamu…..
Dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada padamu
Hingga buatlah kamu benci padaku karena perasaanku ini…

12 Des 08, kita putuskan untuk arungi lautan yg penuh gelombang ini bersama-sama
Berbekal hati yg terluka, coba abaikan sakitnya, penuh harap, gantungkan angan diangkasa…
Walau hampir basah pipi ini dengan air mata tak percaya…
Getir…. Saat kau ucapkan setiap kata yang terbungkus cerita tentang kamu dengan dia…

Tapi sudahlah, aku bisa terima semua itu… dan berharap, tak ada lagi cerita yg keluar dari bibirmu tentang masa lalumu itu, karena aku masih ingat jelas rasa sakitnya…

Sejak saat itu, hariku tak lagi membosankan…
Sejak saat itu, ada wajah dan warnamu dalam setiap ruang di hati dan fikiranku
Ada senyummu, pandanganmu dan suaramu di sela-sela aku menghela nafas…
Sungguh, kamu begitu memberi arti di dalam kisah hidupku

Sampai kusadari, aku bukanlah orang yang kau cari…
Aku bukanlah pangeran dalam mimpimu…
Aku bukanlah pembawa bahagian di masadepanmu,
Aku hanya seorang pemimpi, yg dapat halangi kamu untuk temukan belahan hatimu yang lain..

Aku tak bisa menjadi tanpa batas dimatamu…
Akupun Kadang tak bisa selalu ada disisimu saat kamu butuh aku..
Aku tak bisa janjikan waktu-waktu indah untuk kamu,
Aku sadar benar, semua ini menyiksamu… aku dan kenangan-kenangan kita

Bila kita tak mungkin lagi bersatu,…
Sungguh….
Aku akan tetap berusah selalu ada untuk kamu,
Walau tak mungkin lagi hatimu utuh untukku..

Semoga kamu temukan cinta sejatimu, tanpa batas… hingga dunia tau….
Sesungguhnya ada ruang di dalam mata indahmu..
Ruang yang hanya pantas diisi dengan cinta tulus dengan hati…
Aku Cinta Padamu…

Terima kasih, untuk semua sayang dan cintamu.. yg membuat aku akan sangat kehilanganmu..
Jangan lupakan aku.. sungguh, kisah ini jadi penggalan manis dalam hidupku,
Walau “kita cukup sampai disini….”
Mungkin, Sampai aku kembali lagi…

Mungkin…


Sabtu, 03 Oktober 2009

RAHASIA SUKSES LULUS SELEKSI MASUK ANGGOTA POLRI DAN BEASISWA BAGI ANGGOTA POLRI....♥♥

0

Anda ingin masuk menjadi anggota Polisi?

Anda bermimpi ingin menjadi Jenderal Polri?

Namun anda merasa tidak punya uang atau saudara berpangkat tinggi?

Anda pusing beberapa kali seleksi dan selalu gagal menjadi anggota Polri?

Apakah anda ingin berpeluang lebih besar untuk masuk menjadi anggota Polri?

Apakah anda pernah ditawari oleh seseorang yang mengaku panitia seleksi atau orang yang bisa mengusahakan anda masuk menjadi anggota Polri?

Anda ingin tahu seluk beluk mengenai Polri termasuk gaji, fasilitas, tunjangan, beasiswa, dan kepangkatan di Polri?

Akah anda seorang anggota Polri dan ingin mendapat beasiswa di universitas terkenal dengan biaya dinas Polri?



JANGAN TAKUT JANGAN BINGUNG ! ANDA MASIH TETAP BERPELUANG BESAR LULUS SELEKSI DAN MENJADI ANGGOTA POLRI SECARA BERSIH, FAIR DAN TANPA KKN!!!





Menjadi anggota Polri adalah sebuah harapan bagi banyak sekali pemuda pemudi di negeri ini. Selain untuk mengabdi kepada negara, seragam yang rapi, bentuk fisik yang gagah serta status sosial yang tinggi merupakan alasan masuk menjadi anggota Polri. Berbagai fasilitas, gaji minimal dua juta bagi lulusan SMU adalah standar gaji yang cukup menggiurkan daripada bekerja di tempat atau instansi lain.



Tak ayal lagi maka setiap adanya seleksi anggota Bintara Polri misalnya, pesertanya bisa mencapai ratusan ribu orang se Indonesia. Sebagai gambaran, di Polda Metro Jaya (Jakarta) pendaftar bisa mencapai lebih dari 10 000 orang, di Polda Jabar, Jawa Tengah dan Jawa Timur masing-masing mencapai 8.000 orang. Belum lagi di daerah lain di Indonesia yang rata-rata di atas angka 1000, membuat kompetisi semakin ketat dan kemungkinan masuk menjadi anggota Polri semakin kecil bagi anggapan sebagian banyak orang. Bagi mereka yang merasa pesimis adalah mereka yang kurang persiapan, atau lebih percaya unsur KKN pada seleksi anggota Polri. Padahal baru-baru ini Polri mendapatkan rekor MURI sebagai instansi yang dinilai Transparan dan Demokratis dalam sistem seleksinya.



Maka dari itu tenang saja, di sini anda akan mendapat pembekalan dan panduan mengikuti seleksi menjadi anggota Polri dari saat mendaftar sampai dengan mengikuti tahapan seleksi yang meliputi tes administrasi, tes psikologi, tes kesehatan, tes jasmani, tes akademis, juga pantaukhir.


Test masuk PoliS...

0

Smoga Membantu....♥♥♥

1. Untuk ijazah harus dilegalisir dari disdik.
2. Untuk tes kesehatan pertama baik pria/wanita sudah jelas pasti telanjang bulat. karena akan diperiksa kesehatan bagian luarnya. Mulai dari tinggi dan berat badan, tensi darah, telinga, mata, amandel, gigi, postur tubuh, tangan dan jemari, kulit (jangan ada tato/tindik), virgin dan payudara (wanita), parikokel dan hernia (pria), ambeien (hemorhoid), varises, sampai telapak kaki.
3. Kesehatan kedua adalah bagian dalam tubuh. Nanti akan diambil sampel darah dan urine kita. Kemudian di rontgen juga. yang suka mabok/ngerokok nanti ketahuan paru-parunya kotor.
4. Wawancara yang penting jujur dan apa adanya.
5. Psikotes ga usah dipaksain harus sesuai kemampuan aja, g kejawab semua bukan berarti mengurangi nilai. yang penting sehari sebelum tes harus istirahat total.
6. Jasmani = kita ambil amannya saja untuk pria
a. lari amannya minimal 2,5 km dalam 12 menit
b. pull up 6x dalam 1 menit
c. push up 43x dalam 1 menit
d. Sit up 50x dalam 1 mnit
e. shutlle run (lari angka 8) harus 18 detik.
f. Renang 25 meter yang penting sampai dalam 1 menit tanpa berhenti/ tenggelam
7. Pantohir cuma gitu2 aja dibarisin di dalam ruangan dihadapan para pejabat. dintanya2in gitu deh, diperiksa lagi. Katanya sih sebenarnya cikal bakal yang lulus dan gagal sudah ada sebelum pantohir juga, cuma untuk bahan pertimbangan lagi jadi ada pantohir.

8. Akademik belajar ja kayak mau ulangan
9. administrasi pendaftaran ktp, ijazah, dsb bisa dilihat di polres atau di internet.
10. Untuk lulusan SMU usia min 18th max 21th pas pendidikan. Tinggi 163 cm (pria), 160 cm (wanita) dengan berat badan ideal. Untuk S1 usia max 26th dan S2 usia max 28 tahun. kalo S1 profesi dokter usia max 28th. boleh berkacamata max -1 asal nilainya gede.

NB : Saran aja buat yang giginya bolong ditambalin(semen/laser), kalo ompong yang penting bukan gigi yang depan. Jerawat, borok dsb diobatin. Kelakuan dibenerin, etika, cara bicara dsb. yang penting semangt 45 harus tetap membara dan pantang menyerah.




 

Riky Syaputra........♥♥♥ Copyright © 2010 LKart Theme is Designed by Lasantha